-KONVEKSI -SABLON -BORDIR -DIGITAL PRINTING

BERKUALITAS, PROFESIONAL, PRODUKSI CEPAT, PENGALAMAN, MURAH, TEPAT WAKTU, GARANSI.

KONSULTASI VIA WHATSAPP

TENTANG KAMI

MAXIMA PRODUCTION

Read More

KATALOG

Read More

CARA ORDER

Read More

KONTAK

Read More

BLOG MAXIMA

Senin, 04 Maret 2024

Bahan Tencel: Kelebihan, Kekurangan & Karakteristiknya

Bahan Tencel

Konsep Fashion Berkelanjutan memang lagi menjadi tren belakangan ini. Salah satu hal yang biasa diterapkan oleh produsen pakaian adalah dengan menggunakan bahan kain yang berkelanjutan.

Jadi Apa itu bahan TENCEL? Seperti apa ciri-ciri bahan tencel? Apa kelebihan dan kekurangan dari bahan ini? Kamu bisa temukan jawabannya disini!

Apa itu Bahan Tencel?

Bahan tencel adalah serat kain berkelanjutan yang diproduksi oleh perusahaan Australia, Lenzing AG. Serat ini pertama kali di kembangkan pada tahun 1972. Serat tencel terbuat dari serat kayu (Lyocell) yakni sejenis bahan biodegradable dari bubuk kayu selulosa atau sering kita kenal sebagai rumput bambu organik.

Proses Pembuatan Serat Tencel

Proses Pembuatan Bahan Tencel

Tencel adalah bahan ramah lingkungan yang terbuat dari pohon eukaliptus dan berasal dari sumber yang berkelanjutan. BahanTencel dibuat dengan menggunakan metode pengeringan unik yang disebut pemintalan, menggunakan bubur kayu eukaliptus.

Bubur kayu yang telah digiling dicampur dengan pelarut kimia, yang kemudian didorong melalui lubang-lubang kecil pada nosel pemintal untuk menghasilkan serat selulosa kayu. Serat selulosa diolah secara kimiawi sebelum dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain.

Apa Itu Lyocell?

Serat Lyocell

Lyocell adalah bagian dari keluarga viscose dan terbuat dari bubur kayu yang telah melalui pemrosesan secara kimiawi dengan ketat; dilarutkan, dipintal menjadi serat, kemudian ditenun menjadi benang. Benang tersebut kemudian ditenun atau dirajut menjadi kain yang pernah Anda dengar.

Pemrosesan kimiawi mengklasifikasikan lyocell (Tencel atau bahan lainnya) sebagai bahan semi-sintetis. Meskipun demikian, Tencel (seperti kebanyakan kain viscose) sepenuhnya dapat terurai secara hayati dan dapat dibuat menjadi kompos.

Meskipun limbah kayu dan limbah kimia yang terkait dengannya sering kali membuat lyocell menjadi pilihan kain yang tidak etis, Tencel tercipta untuk menjadi produk lyocell yang lebih berkelanjutan. Pada tahun 2002, Tencel lyocell menerima ‘Penghargaan Eropa untuk Lingkungan dari Komisi Eropa dalam kategori “Penghargaan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Jenis Jenis Bahan Tencel

Saat ini ada 3 jenis kain tencel yang dikembangkan oleh Lenzing AG, yaitu:

1. TENCEL™ Lyocell

Serat Tencel Lyocell

Serat TENCEL™ Lyocell terbuat dari ekstraksi kayu yang ditanam secara berkelanjutan dengan menggunakan sistem loop tertutup. Sifatnya yang unik dapat memulihkan dan menggunakan kembali pelarut yang digunakan. Sehingga dapat meminimalkan dampak lingkungan dari proses produksi serat. ifat fisik yang unik menghasilkan profil ketahanan yang tinggi, manajemen kelembaban yang efisien dan kelembutan pada kulit.

2. TENCEL™ Modal

Serat Tencel Modal

Dengan fleksibilitas yang tinggi, serat TENCEL™ Modal menawarkan tekstil dengan kualitas kelembutan yang luar biasa dan tahan lama. Karena penampang serat yang ramping, serat TENCEL™ Modal meningkatkan sentuhan lembut pada kain bahkan setelah pencucian berulang kali. Serat TENCEL™ Modal terasa dua kali lebih lembut dari kapas sehingga sering dipakai dalam pembuatan sprei dan pakaian.

3. TENCEL™ Lyocell Filament

Tencel Lyocell Fillament

Ini merupakan varian baru dari proses produksi Lyocell yang memungkinkan Lenzing memproduksi benang filamen yang sangat halus. Serat ini bernama TENCEL™ Luxe dan menghasilkan kain-kain mewah yang halus dan lembut seperti sutera dengan warna warna yang cerah. Kain ini juga memiliki tingkat jatuh yang baik (drape)

Karakteristik Bahan Tencel

Serat TENCEL™ tidak hanya dikenal karena kualitasnya yang tinggi serta aplikasinya yang serbaguna. Bahan ini juga terkenal karena karakteristiknya yang unik seperti:

Lembut

Bahan TENCEL™ memiliki serat yang halus dan lembut karena teknologi Eco Soft yang menciptakan rasa sejuk dan nyaman untuk kulit. Kain TENCEL™ juga memiliki fitur anti bakteri sehingga lebih higienis.

Bernafas/Breathable

Salah satu ciri khas paling menonjol dari serat TENCEL™ adalah kemampuannya untuk meningkatkan sirkulasi udara. Permukaan serat yang halus menyerap dan melepaskan kelembapan secara efisien sehingga mendukung pengaturan termal alami tubuh.

Warna Kain Yang Cerah

Salah satu ciri khas dari bahan TENCEL adalah warnanya yang cerah. Hal ini karena permukaan serat TENCEL™ yang halus memungkinkan zat pewarna memnembus jauh ke dalam struktur serat. Serat kain juga tidak mudah luntur, bahkan setelah pencucian berulang kali.

Kelebihan Dan Kekurangan Bahan TENCEL

Kelebihan Bahan TENCEL

1. Breathable

Tencel merupakan serat alami yang dapat bernapas, sehingga udara dapat mengalir masuk dan keluar dari bahan serta mencegah retensi panas. Kain Tencel juga mampu menyerap kelembapan dengan baik serta cepat kering. Sangat cocok untuk kamu yang mudah berkeringat saat malam hari

2. Hypoallergenic

Tidak hanya terkenal akan kelembutannya, Serat alami tencel bersifat hypoallergenic, sehingga tidak membuat kulit iritasi. Selain itu, sifat Tencel yang menyerap kelembapan memastikan kain ini tidak terlalu rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Pertumbuhan bakteri dapat menyebabkan bau tidak sedap dan reaksi alergi, seperti bersin dan batuk.

3. Dapat Terurai Secara Alami (Biodegradable)

Kain TENCEL dapat dengan mudah terurai secara alami, serat ini mudah terdekomposisi oleh tanah karena 100% terbuat dari bahan organik. Sehingga bisa dibilang kalau TENCEL adalah bahan kain yang ramah lingkungan.

4. Warna Tahan Lama

Serat tencel memiliki kemampuan menyerap warna dengan baik, apalagi jika menggunakan pewarna alami. Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau baju kamu cepat pudar warnanya. Apalagi kalau kamu sering mencuci pakaian kamu.

5. Kain Lebih Tahan Lama

Bahan Tencel memiliki kelebihan dalam hal durabilitas yang lebih baik ketimbang katun biasa. Beberapa kain katun bisa menyusut saat pencucian, namun berbeda halnya dengan Tencel yang tidak akan kehilangan bentuknya.

6. Kain Terasa Lembut

Ada alasan kenapa bahan ini cukup populer karena handfeelnya yang lembut seperti sutera. Itulah sebabnya kain ini sering dipakai untuk pembuatan sprei bahan tencel, pakaian pria dan wanita, selimut hingga karpet dan perban.

7. Bahan Tencel Dapat Dikombinasikan Dengan Bahan Lainnya

Bahan Tencel juga dapat di kombinasikan dengan bahan oraganik lainnya seperti cotton, viscose, rami dan wol. Selain itu kain ini juag dapat digabungkan dengan bahan sintetis lainnya seperti polyester, rayon dan spandeks.

8. Kemampuan Menyerap Yang Baik

Keuntungan utama dari tencel adalah kemampuannya untuk menyerap kelembapan dari kulit dengan cepat. Jika dibadingkan dengan bahan katun, Tencel dapat menyerap kelembapan hingga 50% lebih cepat dan melepaskannya ke dalam atmosfer.

Itulah sebabnya Tencel sangat cocok di pakai saat berolahraga dan saat cuaca panas. Hal ini berkat teknologi nano yang ada dalam seratnya.

9. Tencel Sangat Kuat Saat Basah

Tidak seperti rayon, generasi pertama dari serat selulosa yang diregenerasi, kain tencel tetap kuat meskipun basah. Hal ini memberikan tencel keuntungan karena dapat dicuci dengan mesin atau tangan tanpa perlu khawatir bahannya melar atau kehilangan bentuknya.

10. Bahan Tencel Tidak Mudah Berkerut

Tencel adalah salah satu jenis kain yang tidak mudah kusut dan berkerut. Hal ini tentu saja menguntungkan karena kamu tidak perlu sering sering mencuci pakaian kamu.

Kekurangan Bahan Tencel

1. Harga Lebih Mahal

Salah satu kelemahan utama dari kain Tencel adalah harganya yang lebih mahal daripada jenis kain lainnya. Hal ini karena proses produksi untuk kain Tencel lebih kompleks dan membutuhkan peralatan khusus. Itulah sebabnya sangat jarang menemukan produk Tencel di pasaran

2. Kain Bisa Saja Menyusut

Kerugian potensial lainnya adalah bahwa kain Tencel rentan terhadap penyusutan jika tidak dirawat dengan benar. Penting untuk mengikuti petunjuk perawatan pada label garmen atau kain untuk menghindari masalah ini.

3. Eksklusif

Hal terakhir yang menjadi kelemahan bahan tencel adalah kain ini tidak tersedia secara luas seperti jenis kain lainnya, yang dapat membatasi penggunaannya dalam aplikasi tertentu. Kamu hanya bisa mendapatkan Kain Tencel ini dengan bekerja sama sebagai partner Tencel itu sendiri.

3. Tencel Campuran

Yang perlu kamu waspadai adalah campuran bahan tencel dengan serat sintetis yang tidak ramah lingkungan. Penggunaan bahan sintetis ini tentu membuat tujuan produk yang berkelanjutan menjadi sia sia.

Penggunaan Bahan Tencel

Penggunaan Bahan Tencel

Bahan tencel tidak terbatas pada pembuatan pakaian saja, namun meliputi: pembuatan t-shirt, gaun, gamis, sprei, tissue bayi, penyaring minyak, karpet mobil.

Selain itu kain tencel ini juga sering dipakai dalam pembuatan furnitur seperti bantal, selimut dan sprei dan handuk.

Kain TENCEL juga sering digpakai dalam pembuatan produk ramah lingkungan seperti tissue toilet, pembalut wanita hingga popok bayi.

Pertanyaan Yang Sering Diajukan Seputar Bahan Tencel

Apakah Bahan Tencel lebih baik dari katun?

Berbeda halnya dengan katun, Tencel dapat bertahan lebih lama dan mampu dicuci berkali kali tanpa mengalami penyusutan atau kehilangan bentuknya. Walaupun katun sama sama lembut, akan tetapi tekstur tencel jauh lebih lembut ketimbang kain katun biasa.

Apakah Tencel Bagus Dipakai Saat Cuaca Panas

Saat cuaca mulai memanas, ada baiknya Anda memiliki tempat tidur yang terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat. Tencel adalah solusi yang sangat baik. Bahan ini dipintal menjadi benang dan kemudian ditenun menjadi kain yang sangat mudah menyerap dan bernapas. Tencel juga merupakan pilihan yang sangat baik jika Anda adalah orang yang suka tidur dengan suhu panas karena seratnya yang sejuk membuat Anda tidak akan terbangun dengan keringat malam yang tidak nyaman.

Apakah Tencel Termasuk Ke Dalam kategori Serat organik?

Jawabannya bisa ya dan tidak. Serat ini berasal dari alam dan karena terbuat dari kayu, tetapi serat yang sudah jadi secara teknis adalah buatan manusia sehingga tidak memenuhi syarat sebagai serat alami. Itulah mengapa industri tekstil menyebutnya sebagai selulosa yang diregenerasi, bukan “alami” atau “sintetis”.

Dari penjelasan tadi, kami harap kamu bisa memahami seperti apa itu bahan tencel, bagaimana ciri-cirinya, kelebihan dan kekuranagn bahan tencel serta penggunaannya.

Sebagai serat yang diolah secara berkelanjutan, Kain Tencel merupakan pilihan yang pas untuk pembuatan produk pakaian yang ramah lingkungan. Namun karena harganya yang tinggi penggunaan bahan ini cenderung terbatas pada produk garmen premium atau mewah.

Sebagai alternatif kamu bisa menggunakan bahan kain yang terbuat dari 100% cotton atau bambu.

Keistimewaan Bahan Microfiber: Keunggulan, Jenis & Aplikasinya

Pernahkah kamu kepikiran kenapa kain pel atau kain lap yang kamu pakai bisa menyerap kotoran dan air cukup banyak? Ini karena teknologi yang namanya microfiber. Lalu seperti apa itu kain microfiber? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lengkap keistimewaan bahan microfiber, jenis jenisnya hingga penggunaannya.

Apa Itu Bahan Microfiber?

Apa Itu Bahan Microfiber

Bahan microfiber adalah jenis kain sintetis buatan manusia yang sangat halus dengan diameter kurang dari 10 mikrometer. Jenis microfiber yang paling umum terbuat dari serat sintetis seperti poliester; poliamida (misalnya: nilon, kevlar dan nomex) atau kombinasi poliester, poliamida dan polipropilena.

Serat mikro termasuk kedalam salah satu bentuk serat tekstil terbaik di dunia karena kelembutannya, daya serap, daya tahan terhadap air serta kemampuan penyaringannya yang baik.

Karakteristik Bahan Microfiber

Struktur Serat Microfiber

Seperti apa karakteristik dari bahan microfiber? Cek tabel di bawah untuk melihat atribut dan ciri khas dari bahan ini!

Nama kainMicrofibre / Microfiber atau serat mikro
Komposisi kainSerat sintetis yang sangat halus seperti poliester, poliamida, atau polipropilena
Variasi jumlah benang yang memungkinkan pada kain200-1,800
Kemampuan bernapasTinggi
Menyerap kelembapanTinggi
Kemampuan menahan panasMedium
Kelenturan kainMedium
Kemungkinan untuk berserabutMedium
PenggunaanKain pembersih, kain pel lantai, insulasi, taplak meja, kain pelapis, pakaian olahraga, kaus, rok, jaket, jubah mandi, baju renang, pakaian renang, suede imitasi, dompet, tas, sepatu, sampul buku, ransel

Sifat Umum Microfiber

  • Kepadatan linier yang sangat halus (kurang dari 0,1 dtex/f), lebih halus dari sutra yang paling halus.
  • Tingkat jatuh (drape) lebih baik dan tahan lama.
  • Bahannya lembut dan mewah dengan tekstru yang mirip dengan sutra atau suede.
  • Mudah dicuci dan dicuci kering.
  • Tahan terhadap penyusutan
  • Kekuatan tinggi, meskipun filamennya sangat halus.
  • Fitur insulasi yang baik terhadap angin, hujan dan dingin.
  • Memiliki agen anti-mikroba yang membantu kamu terhindar dari bahaya bakteri penyebab bau dan jamur
  • Bahan mikro bersifat hipoalergenik, sehingga tidak menimbulkan masalah bagi mereka yang menderita alergi.
  • Tidak bersifat elektrostatik.
  • Bahan mikro dapat menyerap air lebih dari 7 kali beratnya.
  • Serat mikro mengering dalam sepertiga waktu serat biasa.
  • Serat mikro memiliki kemampuan breathability yang baik
  • Area permukaan serat yang lebih besar juga menghasilkan tingkat pewarnaan yang lebih tinggi pada suhu yang lebih rendah, dan penurunan ketahanan luntur terhadap cahaya, crocking (ketahanan luntur terhadap gesekan), air dan ozon.

Bagaimana Proses Pembuatan Bahan Microfiber?

1. Ekstrusi

Proses produksi kain microfiber dimulai dengan melebur pelet poliester dan poliamida dalam tong yang terpisah. Pada tahap ini, tong poliester dan poliamida cair didorong atau diekstrusi secara bersamaan melalui cetakan jet yang berisi tujuh puluh dua segmen berbentuk pai. Setiap bentuk pai berisi delapan segmen poliester dan delapan segmen poliamida dengan sedikit minyak yang memisahkan kedua polimer tersebut agar tidak tercampur.

2. Pendinginan

Selama proses ekstrusi, udara bergerak melalui pelat cetakan untuk mendinginkan polimer cair menjadi serat. Gravitasi memungkinkan serat atau benang mikrofiber terbentuk dalam filamen yang terus menerus. Setelah serat terkumpul, serat-serat tersebut dapat ditenun atau dirajut menjadi kain.

3. Pencelupan (Pewarnaan)

Langkah selanjutnya dan cukup penting adalah merendam kain tenun atau rajutan dalam rendaman pewarna atau pemutih dengan larutan alkali. Proses dikenal sebagai proses pemisahan, di mana poliester dikorosi oleh proses kimia terkontrol yang membelah serat mikro untuk menciptakan bukaan yang sangat besar pada serat.

4. Tahap Finishing

Tahap terakhir adalah proses pemotongan dan penjahitan untuk membentuk lembaran kain.

Sejarah Dan Asal Usul Bahan Microfiber

Toray Industries
Toray Industries, Salah Satu Pionir Terciptanya Bahan Mikro

Sejak awal tahun 1950-an para produsen tekstil telah bereksperimen untuk membuat serat kain yang tipis. Walaupun begitu, memproduksi serat ultra-tipis sebagian besar menemui kegagalan karena sulitnya mengontrol panjang serat yang diproduksi. Sehingga, secara signifikan membatasi potensi aplikasi teknologi tekstil baru ini.

Terobosan pertama dalam produksi serat mikro skala massal terjadi ketika produsen tekstil beralih dari proses pemintalan leleh dan mulai menggunakan polimer dua komponen yang menampilkan beberapa jenis plastik tekstil. Polimer-polimer ini terbukti jauh lebih kuat daripada plastik yang terdiri dari komponen tunggal. Sehingga mengurangi kerusakan yang sebelumnya terjadi ketika mengekstrusi serat tekstil yang sangat tipis.

Toray Industries – Salah Satu Pionir Dalam Pembuatan Serat Mikro

Pada tahun 1960-an, perusahaan tekstil asal Jepang yang terkenal, Toray, mulai memproduksi kain serat mikro secara massal untuk pertama kalinya. Miyoshi Okamoto merupakan arsitek utama yang merevolusi serat mikro, dan dengan bantuan Dr. Toyohiko Hikota, Toray memproduksi berbagai kain serat mikro termasuk ultrasuede, yang merupakan salah satu serat mikro pertama yang sukses di pasaran.

Serat mikro pertama kali dipublikasikan pada awal tahun 1990-an, di Swedia, dan meraih kesuksesan sebagai produk di Eropa selama dekade tersebut. Walaupun cukup populer, penggunaan serat mikro ini masih sangat terbatas hingga tahun 1990-an ketika produsen tekstil Swedia mulai memproduksi berbagai macam bahan serat mikro lainnya.

Serat mikro ini kemudian menjadi bahan pakaian dan bahan pembersih yang populer di Eropa. Oleh karena itu, meskipun Toray berjasa dalam pengembangan kain serat mikro pertama yang sukses secara komersial, kemungkinan besar bahan ini tidak akan menjadi populer tanpa adanya revolusi serat mikro di Eropa.

Kelebihan Dan Kekurangan Bahan Microfiber

kelebihan Dan Kekurangan Bahan Microfiber

Kelebihan:

  1. Daya serap yang tinggi: Bahan microfiber memiliki daya serap kelembaban yang sangat baik. Daya serapnya jauh lebih cepat daripada produk katun pada umumnya, misalnya, karena pori-pori halus microfiber menyerap air dengan cepat seperti spons.
  2. Kemampuan membersihkan lebih baik: Kain microfiber mampu menangkap kotoran mikroskopis jauh lebih mudah daripada kain lainnya dan dengan deterjen yang tinggi.
  3. Anti-static: Beberapa produk microfiber memiliki sifat anti-statis, menjadikannya pilihan yang baik untuk membersihkan permukaan elektronik atau bahan-bahan yang rentan terhadap statis.
  4. Ringan dan Cepat Kering: bahan microfiber cukup ringan dan memiliki kemampuan untuk cepat kering, menjadikannya pilihan yang baik untuk pakaian olahraga, handuk, kain lap, dan perlengkapan outdoor.
  5. Kekuatan dan Daya Tahan: Meskipun seratnya halus, bahan microfiber dapat menjadi sangat kuat dan tahan lama. Ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam berbagai produk yang memerlukan ketahanan terhadap aus dan robek.

Kekurangan:

  1. Tidak ramah lingkungan: Secara umum bahan microfiber terbuat dari serat sintetis seperti poliester yang tidak mudah terurai. proses pembuatannya juga terkadang melibatkan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena, limbah mikroplastik dari serat microfiber dapat menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
  2. Kehilangan efektivitas seiring waktu: Serat microfiber dapat kehilangan kemampuannya untuk menyerap debu dan kotoran seiring waktu.
  3. Mudah terbakar: Bahan microfiber memiliki titik nyala yang lebih rendah, sehingga mudah terbakar. Jadi, Hindari penggunaan produk yang terbuat dari bahan microfiber dekat api atau sumber panas.
  4. Harga lebih mahal: Serat microfiber memiliki harga yang lebih mahal ketimbang serat sintetis lainnya. Ini cukup masuk akal mengingat proses pembuatannya yang cukup rumit serat kualitasnya yang baik.
  5. Perawatan yang lebih sulit: Beberapa produk microfiber mungkin memerlukan perawatan khusus, seperti larangan penggunaan pemutih atau pengering panas tertentu, agar tidak mengurangi kualitas dan kinerjanya.
  6. Bisa saja beracun: kain mikrofiber terbuat dari poliester dan bahan sintetis lainnya yang dapat melepaskan bahan kimia, seperti ftalat dan formaldehida ke udara.

Jenis Jenis Bahan Microfiber

Ada beberapa jenis bahan mikro yang tersedia di pasaran. Berikut adalah beberapa contoh bahan microfiber yang populer dan paling banyak dipakai dalam berbagai industri di dunia:

1. Flat-Weave Microfiber

Serat mikro tenunan datar atau flat-weave microfiber adalah salah satu bentuk yang paling tahan lama dari tekstil ini, tetapi tidak memiliki daya serap yang baik seperti serat mikro tenunan terpisah (split-weave). Sebagian besar garmen dan aksesori serat mikro terbuat dari jenis bahan ini.

2. Split-Weave Microfiber

Serat mikro tenunan terpisah (split-weave) memiliki serat yang dibelah selama produksi, sehingga menghasilkan pembentukan loop kecil yang tak terhitung jumlahnya pada permukaan kain serat mikro. Perbedaannya adalah falat-weave microfiber memiliki tenunan yang rata dan halus. Sedangkan split-weave microfiber lebih melekat pada kulit saat kamu menyentuhnya.

3. Micromodal

Bahan Micromodal

Kain mikromodal adalah jenis kain rayon yang terbuat dari bubur kayu beech (pohon beech) yang diproses secara kimiawi. Proses kimiawi ini membuat kain micromodal memiliki karakteristik yang istimewa ketimbang dengan kain rayon biasa.

Kain ini lebih lembut dan lebih halus ketimbang kain modal konvensional. Jika kita bandingkan dengan kain microfiber polyester-poliamida, micro modal lebih elastis namun tidak begitu tahan lama.

4. Ultrasuede

Kain Ultrasuede

Ultrasuede adalah merek dagang untuk kain ultra-mikrofiber sintetis yang diciptakan oleh Dr. Miyoshi Okamoto yang bekerja untuk Toray Industries pada tahun 1970-an. Dijepang, kain ini lebih dikenal dengan sebutan Escaine dan sering menjadi pengganti buatan untuk kulit suede.

Sebagai salah satu produk serat mikro pertama yang dikembangkan, ultrasuede merupakan pesaing kulit suede asli. Serat ultrasuede umumnya agak lebih lebar daripada serat yang digunakan pada kain serat mikro lainnya, tetapi karena diameternya di bawah 1 denier, ultrasuede dianggap sebagai jenis serat mikro.

5. Prolen

PROLEN® adalah benang multifilamen polipropilena yang diwarnai secara masssal di bawah naungan perusahaan Chemosvit Fibrochem a.s. Kain ini memiliki elastisitas tinggi atau rendah, dan agak lebih lembut daripada kain serat mikro poliester-poliamida

6. Terry Microfiber

Bahan Terry Microfiber

Terry Microfibre adalah jenis kain mikrofiber yang terbuat menggunakan tenunan terry. Tenunan terry ini sangat cocok untuk pembuatan handuk karena kemampuannya dalam menyerap air yang lebih banyak serta lebih cepat kering. jenis serat terry microfiber kebanyakan diaplikasikan dalam pembuatan handuk dan kain lap.

7. Waffle Weave Microfiber (Serat mikro tenunan wafel)

Waffle Weave Microfiber

Dinamakan demikian karena polanya yang mirip dengan kue wafel, bahan mikro tenunan wafel ini sangat cocok untuk membersihkan kaca. Serat mikro dengan pola tenunan wafel ini dapat mengurangi gesekan, sehingga meningkatkan daya luncur dan mengurangi gesekan.

8. Chenille Microfiber

Serat mikro chenille memiliki tonjolan serat yang tebal seperti jari yang disatukan oleh kain dasar yang tipis. Umumnya digunakan untuk membuat spons dan sarung tangan pencuci mobil, serat mikro chenille digunakan hampir secara eksklusif untuk aplikasi pembersihan.

8. Katun Microfiber

Bahan katun microfiber merupakan jenis kain yang terbuat dari campuran serat kapas dan serat microfiber. gabungan kedua serat ini akan menghasilkan tekstur kain yang lembut dan juga meudah menyerap air / kotoran. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara bahan katun microfiber dan bahan microfiber murni:

KarakteristikKatun MicrofiberMicrofiber Murni
BahanCampuran serat kapas dan serat microfiberSerat microfiber murni
TeksturLembut dan nyamanHalus dan sedikit kaku
Daya serapTinggiSangat tinggi
Efektivitas mengangkat debu dan kotoranBaikSangat baik
Daya tahanTinggiTinggi

9. Microfiber Suede

Bahan Microfiber Suede

Bahan ini dirancang khusus untuk meniru karakteristik dari bahan suede. Serat mikro ini memiliki tumpukan sangat rendah (low pile). Sangat ideal untuk membersihkan lensa kacamata, dan banyak jenis pakaian, aksesori, dan kain pelapis yang menggunakan serat mikro suede.

Baca JugaBahan Jaket Varsity Terpopuler Rekomendasi Ozza Konveksi

Penggunaan Bahan Microfiber

1. Alat Pembersih

Kain Lap Microfiber

Kain microfiber kebanyakan dipakai dalam rumah tangga sebagai perlengkapan pembersih seperti kain lap microfiber. Kain lap yang terbuat dari microfiber cocok untuk membersihkan kotoran karena memiliki daya serap yang cukup baik. Karena desain seratnya yang unik, kain microfibre dapat menyerap lebih banyak kotoran dan debu daripada jenis kain lainnya.

Selain kain lap, bahan ini juga dipakai untuk pembuatan kain pel dan keset.

2. Peralatan Rumah Tangga

Handuk Microfiber

Kain mikrofiber memiliki daya serap tinggi sehingga produsen menggunakannya untuk membuat berbagai jenis peralatan rumah tangga. Contohnya seperti: handuk, seprai dan sarung bantal, bahan pelapis, permadani dan selimut

3. Pakaian Dan Aksesoris

Pakaian bayi bahan Microfiber

Serat mikro cukup diminati untuk pembuatan pakaian dan aksesoris karena kelembutan serta daya tahannya. kebanyakan, bahan ini dipakai untuk membuat rok wanita, jaket, pakaian bayi, pakaian dalam dan sebagainya.

Selain itu, beberap jenis serat microfiber memiliki karakteristik yang mirip dengan kulit. Sehingga, bahan microfiber juga dipakai dalam pembuatan aksesoris seperti: ikat pinggang, dompet, tas, dan barang-barang aksesori lainnya

Terbukti! Ini Dia Cara Menghilangkan Jamur Pada Pakaian

Cara menghilangkan jamur pada pakaian. Menghilangkan jamur di pakaian tidak bisa dilakukan secara asal, Lho! Karena jamur dapat tumbuh pada benda apa saja yang ada di rumah Anda. Salah satunya adalah pakaian Anda.

Jika jamur sudah bersarang di pakaian, hal ini pasti akan mengganggu penampilan Anda. Pakaian yang bersih sekalipun juga dapat menjadi terkena jamur dari pakaian yang terdampak jamur juga lho.

Maka dari itu kami berikan solusi untuk pakaian Anda yang terkena jamur. Simak artikel ini sampai habis, karena kami akan menjelaskan cara menghilangkan jamur pada pakaian Anda.

Ciri-Ciri Pakaian yang Terkena Jamur

Sebelum Anda tahu cara menghilangkan jamur di pakaian, sebaiknya Anda harus tahu terlebih dahulu ciri-ciri pakaian yang terkena jamur:

  • Yang pertama bau baju Anda, pakaian yang terkena jamur pasti terdapat bau tanah yang kuat dan apek.
  • Warna pakaian akan berubah tidak seperti awal pertama kali beli pakaian, akan terdapat bintik-bintik hitam dan warna kuning di pakaian.
  • Tekstur pakaian yang terkena jamur pasti akan terasa berbeda.
  • Kulit menjadi gatal, ruam, alergi sewaktu memakai pakaian yang terkena jamur.

Cara Menghilangkan Jamur pada Pakaian

Cara Menghilangkan Jamur Pada Pakaian

 

Jamur dapat dengan mudah muncul jika Anda punya kebiasaan buruk menyimpan baju basah dan kotor terlalu lama di keranjang cucian ataupun di lemari. Akibat dari kebiasaan buruk itu adalah jamur yang membandel dan susah untuk dihilangkan.

Pakaian yang terdampak jamur jangan dianggap remeh, lho! Bisa saja jamur tersebut terkena kulit lalu menyebabkan iritasi pada kulit Anda. Selain iritasi, jamur juga bisa mengakibatkan alerti, gatal-gatal, bahkan bersin.

Kemunculan jamur di pakaian akan menjadi mimpi buruk untuk Anda yang mengutamakan penampilan yang perfect dan stylish. Dengan adanya jamur di baju Anda akan merusak penampilan baju. Yang semulanya memiliki warna yang indah malah menjadi bintik-bintik hitam yang tidak bisa hilang.

Namun Anda jangan panik, berikut ini adalah cara-cara menghilangkan jamur pada pakaian. Anda dapat sesuaikan dengan memilih salah satu dari berbagai bahan yang akan kami sarankan untuk membasmi jamur.

 

1. Menghilangkan jamur dengan Baking Soda

Cara menghilangkan jamur pada pakaian dengan baking soda dapat membasmi jamur di pakaian. Baking soda atau soda kue ini memiliki kandungan agen antifungal yang dapat membunuh pertumbuhan jamur. Hal itu sudah dibuktikan bahwa baking soda ini dapat mencegah dan mengurangi pertumbuhan jamur di pakaian.

Membuat larutan baking soda untuk menghilangkan jamur di pakaian juga cukup mudah lho, Anda dapat mengikuti cara dibawah ini untuk hilangkan jamur dengan baking soda.

  1. Yang pertama adalah larutkan baking soda atau soda kue dengan air secukupnya.
  2. Oleskan larutan baking soda pada pakaian Anda.
  3. Kemudian diamkan selama 15 menit.
  4. Setelah sudah 15 menit, gosok dengan sikat gigi secara perlahan supaya kain baju Anda tidak rusak.
  5. Bilas dan rendam dengan air.
  6. Lalu lanjutkan proses mencuci baju seperti biasa.

2. Menghilangkan jamur dengan Sitrun

Yang kedua, cara menghilangkan jamur pada pakaian dengan sitrun. Sitrun merupakan salah satu produk rumah tangga yang populer dan sering digunakan untuk memberikan rasa asam pada makanan. Fungsinya mirip seperti cuka putih.

Namun kali ini sitrun juga mampu untuk menghilangkan noda jamur di pakaian berwarna. Berikut ini adalah caranya untuk hilangkan jamur di pakaian dengan sitrun.

  1. Pertama, larutkan sitrun dengan air panas.
  2. Kemudian rendam pakaian selama 10 menit menggunakan larutan sitrun.
  3. Saat air mudah mulai hangat, kucek pakaian Anda sampai jamurnya hilang.
  4. Setelah mengucek sampai jamurnya hilang, bilas dengan air bersih.

3. Menghilangkan jamur dengan Cuka

Bahan berikutnya adalah cuka. Cuka dinilai dapat membasmi dan membunuh pertumbuhan jamur di pakaian. Cuka merupakan bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan jamur pada pakaian.

Larutan cuka sudah terbukti mampu dan efektif dapat membasmi jamur yang membandel. Cuka juga sangat aman digunakan pada pakaian jenis apapun, jadi Anda jangan khawatir kalau terjadi apa-apa saat memakai cuka.

Untuk cara menggunakannya cukup mudah dan simple, kami yakin Anda dapat melakukannya. Berikut ini adalah cara hilangkan noda dengan cuka.

  1. Taruh pakaian yang terkena jamur pada ember yang sudah di isi dengan air.
  2. Tuang segelas cuka pada ember cucian yang berisi air.
  3. Larutkan cuka dengan air dengan cara diaduk perlahan.
  4. Kemudian diamkan dan rendam semalaman.
  5. Setelah sudah direndam semalaman, Anda bisa mencuci baju seperti biasanya.

 

4. Menghilangkan jamur dengan Lemon

Berikutnya adalah cara menghilangkan jamur pada pakaian dengan lemon. Cara berikut ini juga sudah banyak yang membuktikan bahwa lemon mampu membasmi noda jamur yang membandel pada pakaian berwarna.

Hampir sama fungsinya seperti cuka, lemon memiliki kandungan asam yang membuat bisa menghilangkan pertumbuhan jamur di pakaian. Lemon juga termasuk bahan alami yang tidak menimbulkan kerusakan pada pakaian Anda.

Berikut ini cara menghilangkan jamur di pakaian dengan perasan lemon.

  1. Pertama, siapkan air hangat.
  2. Kemudian tuangkan pada ember berisi pakaian yang berjamur.
  3. Campurkan perasan lemon ke dalam ember.
  4. Rendam pakaian berjamur ke air hangat yang sudah dicampur lemon.
  5. Diamkan selama 30 menit.
  6. Setelah sudah 30 menit, angkat pakaian untuk mengecek apakah jamur sudah hilang. Jika sudah, gosok noda sisa jamur dengan sikat gigi dan sedikit sabun deterjen.
  7. Lalu lanjutkan mencuci baju seperti biasanya.

 

5. Menghilangkan jamur dengan Pemutih

Cara yang terakhir adalah menghilangkan jamur dengan pemutih. Jika Anda memakai pemutih untuk hilangkan jamur, jangan gunakan pada pakaian berwarna. Karena itu akan membuat warna pakaian Anda pudar dan tidak tampak seperti baru lagi.

Metode ini sudah terbukti ampuh membasmi dan membunuh pertumbuhan jamur di pakaian. Dengan cukup dituangkan pada pakaian yang sudah direndam dengan air dan diamkan selama 30 menit.

Maka yang terjadi adalah jamur akan menghilang seiring waktu. Jika ada sisa noda jamur, cukup Anda gosok dengan sikat gigi secara perlahan. Larutan pemutih juga bisa gunakan selain pada pakaian. 

Cara Mencegah Pertumbuhan Jamur pada Pakaian

Tadi sudah membahas cara menghilangkannya, berikut ini kami berikan tips dan trik mencegah timbulnya jamur pada pakaian Anda:

  • Jangan pernah biarkan baju Anda yang basah tertumpuk terlalu lama.
  • Jika baju masih lembap, segera keringkan dengan setrika sebelum Anda tumpuk dengan baju yang lain.
  • Kosongkan mesin cuci setelah selesai menggunakannya.
  • Langsung jemur baju yang sudah selesai di cuci.
  • Pada musim hujan, cuci baju sedikit demi sedikit untuk menghindari baju basah atau lembap yang bertumpuk di jemuran.

Sebaiknya Anda harus selalu menjaga pakaian agar tetap bersih dan terhindar dari jamur yang dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Bukan hanya itu saja, jamur juga dapat membuat pakaian menjadi bau yang tidak sedap. Kami harap Anda memperhatikan segala cara yang kami berikan Anda sekeluarga tetap sehat dan bersih.

 

Kesimpulan

Jangan pernah tinggalkan baju Anda yang basah tertumpuk dengan pakaian atau baju yang lainnya. Karena jika begitu, jamur akan bertumbuh sangat cepat di tempat yang lembap. Itu tadi adalah panduan lengkap agar pakaian Anda terhindar dari serangan jamur dan bau yang tidak sedap. Semoga cara yang kami berikan bermanfaat untuk Anda.

 

Perbedaan Ukuran Jaket Lokal dan Luar Negeri

Perbedaan Ukuran Jaket Lokal dan Luar Negeri. Pastinya sekarang Anda sedang mencari perbedaan ukuran jaket lokal dan luar itu bedanya apa? Bisa juga menjadi patokan ketika beli ukuran jaket lokal maupun luar negeri nantinya.

Nah supaya Anda tidak penasaran lagi tentang konversi ukuran jaket luar negeri ke Indonesia dan letak perbedaanya dimananya. Semuanya akan kami rangkum dalam artikel ini secara singkat dan detail sebagai berikut:

Perbedaan ukuran jaket lokal dan luar negerti itu gimana sih? kok bisa beda dengan jaket buatan lokal Indonesia? Ukuran jaketnya jadi besar banget kalau pakai standar ukuran jaket luar negeri.

Maka dari itu selain jaket sebenarnya semuanya juga berbeda sizenya bukan hanya jaket saja. Kaos, sepatu, hoodie, celana juga berbeda loh. Namun kali ini kami akan memberikan ukuran jaket terlebih dahulu.

 

Ukuran Jaket Lokal

ukuran jaket lokal

 

Ukuran jaket lokal ini cuman menjadi patokan saja dan tidak selamanya valid, tergantung daripada konveksi atau tempat pembuatan pakaian membuatnya dengan ukuran jaket yang mana.

Biasanya ukuran jaket lokal yang disajikan adalah dengan memberitahu lebar dada dan panjang jaket tersebut. Dua ukuran tadi adalah standar untuk ukuran jaket lokal Indonesia.

Lebar dada hanya bagian depan saja yang dihitung, jika ditempat produksinya menyebut lingkar dada berarti 2 kali lebar dada. Kalau panjang tergantung dari tinggi Anda berapa.

Berikut biar tidak bingung lagi, inilah ukuran jaket lokal:

  • Ukuran Jaket Indonesia
    S = 48 cm x 62 cm
    M = 51 cm x 65 cm
    L = 53 cm x 66 cm
    XL = 55 cm x 68 cm
    2XL = 58 cm x 71 cm

Ukuran Jaket Luar Negeri

ukuran jaket luar

 

Berikutnya ada ukuran jaket luar negeri, biasanya disebut sebagai sizechart internasional. Bedanya dengan ukuran jaket lokal Indonesia adalah ukurannya lebih besar.

Hal ini tentunya memang sangat perlu diperhatikan karena perbedaan ukuran dapat menjadi hal yang fatal jika tidak diperhatikan.

Standar ukurannya juga berbeda dengan ukuran jaket lokal, maka dari itu sebagai berikut kami berikan ukuran jaket luar negeri:

  • Ukuran Jaket Luar Negeri
    S = 55 cm x 70 cm
    M = 60 cm x 73 cm
    L = 63 cm x 73 cm
    XL = 66 cm x 74 cm
    XXL = 69 cm x 76 cm
Jenis Jaket yang Memakai Ukuran Jaket

Kedua standar ukuran jaket tadi sudah banyak digunakan di berbagai jenis jaket di Indonesia dan luar negeri. Di Indonesia kebanyakan memakai ukuran jaket luar negeri karena lebih besar dan nyaman digunakan. Mereka menyebutnya ukuran standar internasional.

Berikut adalah beberapa jenis jaket yang sudah memakai kedua ukuran jaket tadi:

  1. Jaket Varsity
  2. Jaket Bomber
  3. Jaket Harrington
  4. Jaket Coach
  5. Jaket Hoodie
  6. Jaket Gunung
  7. Jaket Kulit
  8. Jaket Parka
  9. Jaket Denim atau Jeans
  10. Jaket Parasut

Tentunya bukan hanya ukuran jaket saja yang berbeda, bahannya juga berbeda-beda dari setiap jenis jaket. Mulai dari yang bagus hingga jelek pun ada. Semuanya tergantung pasar yang dituju oleh pabrik.

 

Kesimpulan

Sebelum membeli atau membuat jaket, selalu pastikan untuk memperhatikan ukuran jaket. Bukan hanya diperhatikan namun juga diukur dengan badan Anda apakah pas atau tidak.

Untuk Anda yang ingin buat jaket dengan bahan yang bagus dan memakai custom jaket desain sendiri. Bisa langsung hubungi kami lewat kontak dibawah ini.

Kami merupakan supplier jaket terpercaya mulai dari 2011. Berbagai perusahaan dan brand jaket sudah pernah buat disini. Diproduksi oleh orang-orang berpengalaman membuat ribuan jaket. Cek langsung lewat WA.

HARGA

Jas Almamater
Kemeja
Kaos
kaos Polo
Jaket

INFORMASI DAN PEMESANAN

Alamat:

lotermas, Tepusen, Kaloran, Temanggung

Jam kerja:

senin - Sabtu dari 08.00 Wib sampai 17.00 Wib

Telphone:

085210189234

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Whatsapp : 085228781145 | Facebook : Konveksi Maxima Temanggung | Instagram : Konveksi Maxima. Diberdayakan oleh Blogger.

Katalog Maxima Production

Katalog Maxima Production
Berbagai Macam Produk Dari Maxima

Bahan Yang Cocok Untuk Pembuatan Kemeja PDH dan PDL

  Jenis-Jenis Bahan Untuk Kemeja PDH dan PDL  Kemeja kerja PDH dan PDL merupakan pakaian seragam dari sebuah perusahaan atau instansi yang a...